7 Golongan yang Mendapat Naungan Allah SWT di Padang Mahsyar, Semoga Yang Membaca Salah Satunya. Aamiinn

Setiap umat muslim diwajibkan untuk mereka memercayai adanya hari kiamat. Pada hari kiamat nanti, semua makhluk ciptaan Allah SWT akan dikumpulkan di satu tempat, yaitu Padang Mahsyar.
Hari kiamat adalah peristiwa kehancuran alam semesta beserta isinya, sekaligus menjadi tanda bahwa kehidupan di dunia telah berakhir.
Sedangkan Padang Mahsyar merupakan tempat di mana semua manusia dibangkitkan kembali oleh Allah SWT dan tempat tahapan perhitungan amal. Nantinya, manusia akan melanjutkan perjalan menuju surga atau neraka sesuai dengan amal perbuatannya selama di dunia.
Tempat ini pula, digambarkan sebagai tanah lapang yang luas dan panas. Tidak ada satu pun tempat orang bisa untuk berteduh. Bahkan, dari beberapa riwayat dijelaskan bahwa jarak antara matahari dengan kepala manusia adalah satu mil.
"Pada hari kiamat, matahari didekatkan ke manusia hingga sebatas satu mil. Lalu mereka bercucuran keringat sesuai amal perbuatan mereka. Di antara mereka ada yang berkeringat hingga tumitnya, ada yang berkeringat hingga lututnya, ada yang berkeringat hingga pinggang dan ada yang benar-benar tenggelam oleh keringat." (HR Muslim)
Semenyeramkannya gambaran soal Padang Mahsyar, kelak akan ada orang-orang yang berbahagia karena dinaungi oleh naungan Arsy Allah. Artinya, mereka akan dinaungi yang mana tidak ada naungan pada hari itu kecuali naungan Arsy Allah.
Dilansir dari berbagai sumber, setidaknya ada 7 golongan yang mendapatkan naungan Allah SWT di hari kiamat.
1. Orang yang rajin bersedekah
Bersedekah memang bukan wajib hukumnya, akan tetapi selama manusia yang hidup di dunia setidaknya harus bersedekah sebagai bentuk amalan yang akan mengantarkannya ke surga. Bahkan, orang yang rajin bersedekah masuk dalam salah satu golongan orang yang dinaungi saat berada di Padang Mahsyar.
2. Pemimpin yang adil
Dalam hal ini, orang yang memiliki kekuasaan besar, seperti raja, presiden, atau lainnya, mereka haruslah menjadi seorang yang tunduk dan patuh dalam mengikuti perintah Allah SWT. Meletakkan sesuatu pada tempatnya tanpa melanggat atau melampaui batas dan tidak menyia-nyiakannya.
3. Hidup untuk ibadah
Golongan selanjutnya adalah umat muslim yang hidup untuk beribadah kepada Allah SWT. Mereka yang menjalani hidup seperti itu lebih menyukai perbuatan baik dan Allah SWT melindunginya dari perbuatan sia-sia.
4. Orang yang hatinya terpaut pada masjid
Nah, golongan ini adalah laki-laki yang hatinya selalu terpaut dengan masjid. Artinya, barang siapa yang selalu memasukinya, berarti ia telah bertamu kepada Allah SWT.
5. Dua orang yang saling mencintai karena Allah
Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Maidah ayat 54 yang artinya:
"Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui."
6. Orang yang berzikir di waktu sunyi
Nah, selanjutnya adalah orang yang rajin berzikir kepada Allah SWT di waktu sunyi atau mnegasingkan diri sendirian hingga tidak terasa kedua matanya basah karena menangis.
7. Seorang laki-laki yang diajak (berzina) oleh perempuan, lalu ia berkata, "Sungguh aku takut kepada Allah"
Golongan terakhir ini, mungkin dalam kehidupan nyata lebih banyak perempuan yang diajak untuk berzina oleh laki-laki. Sebaliknya, justru Allah SWT akan menolong mereka (laki-laki yang menolak berzina) pada hari perhitungan kelak.
Itulah tujuh golongan yang akan mendapatkan naungan pada hari perhitungan kelak. Semoga kita masuk dalam golongan tersebut, ya.
