Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Apakah Uang Istri yang Telah Diberikan Suami Tak Boleh Diminta atau Dipinjam Kembali? Ini Jawaban Buya Yahya

Buya Yahya beri penjelasan soal uang istri yang diberikan suami/ /Tangkap layar Al-Bahjah TV

- Selain menjadi pemimpin keluarga, seorang suami juga menjalankan kewajibannya untuk memberikan nafkah kepada istri dan anaknya.

Karena itulah suami selalu bekerja keras untuk mencari nafkah.

Seorang suami juga sebaiknya memenuhi kebutuhan keluarganya dengan secukupnya, seperti makanan dan pakaian yang layak.

Lalu, apakah uang istri yang telah diberikan oleh suami itu tidak boleh diminta atau dipinjamnya kembali?

Dirangkum  dari tayangan Yotube Al-Bahjah TV yang diunggah pada pada 27 Juli 2021, Buya Yahya memberikan jawaban mengenai hal tersebut.

Buya Yahya membaca rentetannya, yakni dari istri yang ngitung-ngitung dengan istri yang setelah mendapatkan tidak boleh dipinjam kembali oleh suami ini merupakan istri yang paling pelit.

"Saya membaca rentetannya, dari istri yang ngitung-ngitung sama istri setelah dapat ngga boleh pinjem suami ini istri paling pelit!," kata Buya.

Halaman:

Sumber: Al-Bahjah TV

Menurut Buya Yahya, apabila dari awal urusan nafkah sudah menghitung itu bahaya sekali.

"Dari awal urusan nafkah sudah menghitung itu bahaya sekali. Kemudian setelah uangnya suami memberi uang ngga boleh dipinjem. Kok pelit banget! Dipinjem aja ngga boleh," ungkap Buya Yahya.

Buya Yahya mengungkapkan bahwa wanita seperti itu berbahaya sekali.

"Jadi, biasa saja. Kalau memang ternyata istri punya tabungan, suami memerlukan, silahkan," kata Buya.

Namun menurut Buya Yahya, apabila sang suami meminjam kepada istri itu tidak boleh main-main.

"Kalau akadnya meminjam, biarpun dengan istri, tidak boleh main-main. Kalau meminjam harus jujur dong," ungkapnya.

Lalu, yang harus diperhatikan lagi dalam hal-hal semacam ini, menurut Buya Yahya, seorang istri di saat memiliki sesuatu yang lebih dan sebagainya itu di saat memberikan kepada suami, sebaiknya jangan sombong.

"Kemudian yang harus kita perhatikan lagi dalam hal-hal semacam ini. Seorang istri di saat punya sesuatu yang lebih dan sebagainya itu, di saat memberikan kepada suami ya jangan bahasa kesombongan, kadang-kadang. Ini bahaya banget! Istri kadang punya kelebihan semacam itu," kata Buya.

"Intinya bahwa, suami jangan sampai pelit-pelit amat deh kepada istri. Gara-gara mengerti fiqih tadi," tambahnya.

Buya Yahya juga mengatakan bahwa sang istri juga sebaiknya jangan banyak menutut.

"Saang istri kemudian jangan banyak menuntut. Jadikan hidup ini indah. Kalau memang suami perlu ya. Cuman sisi lain keliatan. Ada lagi istri ngomong begitu itu ya bisa jadi yang salah suaminya," kata Buya.

"Suami itu jago minjem ngga balik-balik. Ini suaminya yang sakit. Makanya istrinya bisa punya rumus duid istri ngga boleh dipinjem sama suami. Padahal ya boleh-boleh saja. Cuman semua harus pakek dikembalikan. Dan kemudian jangan dibiasakan menuntut dalam hidup ini," ungkapnya