Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Bikin Heboh karena Anaknya Hidup Mewah dan Bergelimang Harta, Ibu Artis Ini Justru Mati-matian di Kampung Jadi Tukang Jahit Keliling Demi Sambung Hidup

Kolase Nursyah, Indah Permatasari, dan Arie Kriting

hal itu terjadi karena keputusan Indah yang menikah dengan Arie Kriting.

Pasalnya saat itu, sang ibu tak merestui pernikahan sang anak.

Namun Indah tak menghiraukan tangisan sang ibu dan tetap melangsungkan pernikahan tanpa kehadirannya.

Nursyah, sang ibu juga sempat menyebut anaknya menjadi kurang ajar sejak pacaran dengan Arie Kriting.

Kini, ibu Indah Permatasari justru balas menunjukkan betapa kontrasnya kehidupannya di kampung dengan sang anak yang glamor di Ibukota.

Ya, perang dingin antara Indah Permatasari dengan ibunya memang sudah terjadi cukup lama.

Akhirnya Muncul Ke Publik, Wenny Ariani Mengaku Cemburu Rezky Aditya & Citra Kirana Hidup Rukun

Alasan Kuat Maia Estianty Tak Mau Miliki Anak Dari Irwan Mussry

Ingin Cantik Seperti Raisa? Yuk Intip Tutorial Make Upnya Langsung Dari Raisa

Kenalan Yuk Dengan Anak ABG Ramzi Yang Miliki Suara Merdu & Bergaya Layaknya Model

Nikita Mirzani Murka Bayar Hotel Puluhan Juta Untuk Karantina Namun Diperlakukan Tak Enak

Setelah Lulus S2, Mikha Tambayong Kepergok Lakukan Pemotretan Kenakan Dress Menawan

Entah atas dasar apa, mendadak di pertengah bulan Oktober 2019 lalu, Ibunda Indah Permatasari menyebut anaknya berubah total sejak menjalin hubungan dengan Arie Kriting.

Nursyah mengatakan ia mulai menyesali keputusannya kala Arie Kriting dianggap membawa pengaruh buruk pada sang anak.

Nursyah bahkan menyebut anaknya dicuci otaknya hingga bersikap bak anak setan.

Pasalnya, selama 20 tahun membesarkan Indah, Nursyah tak pernah mendapati putrinya bersikap sampai seliar ini.

"Saya gak pernah kasar urus anak, cuma ini saja kenapa bisa beda sekali ini anak. Jangan dicuci otak anak saya.

Itu bukan Indah, ini kayak anak setan!" ungkap Nursyah geram seperti yang dikutip Sosok.ID dari Grid.ID.

Puncaknya adalah saat Nursyah mengaku dirinya sampai berlutut meminta sang anak untuk kembali namun diabaikan oleh Indah Permatasari.

Tak hanya soal sikap anaknya yang berubah 180 derajat, Nursyah juga mempermasalahkan hidup anaknya yang penuh glamor di ibukota.

Kehidupan sang anak yang glamor di ibukota rupanya berbanding terbalik dengan kehidupan orang tuanya di kampung.

Melansir tayangan Status Selebriti edisi 11 November 2019 di Surya Citra Televisi, kehidupan orang tua Indah Permatasari tidak semewah yang dibayangkan publik selama ini.

Potret 7 Ibu Tiri Artis Tak Berbeda Jauh Usianya Dengan Anak Sambungnya

Demi Nikmati Hidup, Uya Kuya Berhenti Kerja Setahun

3 Artis Bikin Salfok! Amanda Manopo Dapat Mobil Aldebaran, Nagita Slavina & Raline Shah | Stylo.ID

Dalam sehari, ia bisa menerima pesanan satu hingga dua pakaian dari tetangga di sekitar lingkungan rumah.

Dari hasil menjahit pakaianlah, kedua orang tua Indah Permatasari mampu memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari.

"Dia (Indah) tidak suka bawa saya ke tempat syuting. Kalau dia tak bawa saya ke tempat syuting, saya menjahit baju buat hidup. Selembar, dua lembar, sepuluh lembar. Lumayan," ungkap sang ibunda.

Tak hanya kesulitan mencari tambahan biaya hidup, pembangunan rumah yang semula dibiayai oleh Indah pun kini terhenti.

Alasannya, kedua orang tua Indah kini tengah tak ada biaya untuk melanjutkan pembangunan rumah.

Melihat keadaan kedua orang tua Indah yang seperti ini, pihak keluarga pun rupanya menolak duduk diam.

Kedua kakak Indah Permatasari pun mengusahakan akan menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan.

"Kami turun tangan karena dia adik kami. Sebagai keluarga kami prihatin.

Persoalan ini dipendam sendiri oleh mami selama 2 tahun seperti yang teman-teman ketahui. Namun hari ini terus terang ingin mengajak bicara agar persoalan ini dapat diselesaikan," ucap salah satu kakak dari artis cantik ini.

Kendati keluarga mengajak jalan damai untuk menyelesaikan kasus ini, ibunda Indah Permatasari tatap tak mau berkutik apabila Arie Kriting tidak menunjukkan etika baik untuk meminta maaf.