Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Doa Pengusir Kesedihan dalam Alquran

Ketika mengalaminya, kita patut sadari tak ada jalan penyelesaian lain selain dari Allah SWT. Penyelesaian yang bersifat paripurna, yang tidak menghadirkan lagi persoalan.

Meminta pertolongan kepada sesama tak sepenuhnya menyelesaikan persoalan kita. Malah potensi berkembang menjadi keburukan terbuka lebar.

Mungkin ada yang senang dengan kesusahan kita. Namun demikian, kita tak perlu berpikir macam-macam.

Cukuplah Allah yang mengetahui kondisi kita. Sementara orang lain tak perlu tahu apa yang sedang terjadi.

Dalam kondisi seperti ini, terdapat sebuah doa yang bisa diamalkan. Doa ini adalah Doa Nabi Ya'qub AS, yang diabadikan dalam Alquran Surat Yusuf ayat 86.

Doa Mengalami Kesusahan

اِنَّمَآ اَشْكُوْا بَثِّيْ وَحُزْنِيْٓ اِلَى اللّٰهِ وَاَعْلَمُ مِنَ اللّٰهِ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ

Innama asyku batstsi wa khuzni ilallahi wa a'lamu minallahi ma la ta'lamun.

Artinya,

"Hanya kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku, dan aku mengetahuia dari Allah apa yang tidak kamu ketahui."

Sumber: NU Online.

Doa Rasulullah Tatkala Menghadapi Kesusahan

Dream - Setiap orang tentu akan menghadapi kesusahan dan kesulitan. Tidak peduli bagaimana karakter dan status orang tersebut.

Tentunya, kesusahan yang terjadi sebanding dengan latar belakang masing-masing orang. Semakin sejahtera seseorang, maka tingkat kesusahannya bisa semakin berat.

Tidak hanya orang awam, kesusahan juga bisa melanda pribadi shaleh. Bahkan para nabi tidak luput dari hal ini.

Kesusahan sejatinya bukan untuk membuat manusia terpuruk. Sebaliknya, agar manusia dapat mengerahkan segala kemampuannya agar lepas dari kesusahan itu.

Ketika menghadapi kesusahan, Rasulullah Muhammad SAW mengajarkan sebuah doa yang bisa kita amalkan. Dalam hadis yang diriwayatkan Imam Al Baihaqi, doa ini juga diamalkan oleh Nabi Musa AS.

Doa Menghadapi Kesusahan dari Rasulullah

كُنْتَ وَتَكُونُ أَنْتَ حَيٌّ لا تَمُوتُ , تَنَامُ الْعُيُونُ وَتَنْكَدِرُ النُّجُومُ وَأَنْتَ حَيٌّ قَيُّومٌ , لا تَأْخُذُكَ سِنَةٌ وَلا نَوْمٌ يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ

Kunta wa takunu anta hayyun la tamutu tanamul 'uyunu wa tankadirun nujumu wa anta hayyun qoyyumum la ta'khudzuhu sinatuw wa la naumun ya hayyu ya qoyyumu.

Artinya,

"Engkau dulu, kini dan seterusnya hidup dan tidak akan mati. Semua mata tidur dan segala bintang redup, sementara Engkau Maha Hidup lagi Maha Mengurus (makhluk-Nya), dan Engkau tidak mengantuk dan tidak pula tidur, wahai Zat Yang Maha Hidup dan Maha Mengurus (makhluk-Nya)."