Keajaiban Membaca Surah Al Ikhlas 10 Kali Setiap Hari Menurut Syekh Ali Jaber
Simak keajaiban membaca surah Al Ikhlas sebanyak 10 kali setiap hari.
Syekh Ali Jaber memberi amalan untuk membaca surah Al Ikhlas sebanyak 10 kali setiap hari dan lihat keajaiban apa yang datang pada hidup Anda.
Syekh Ali Jaber menjelaskan salah satu keajaiban membaca surah Al Ikhlas 10 kali setiap hari adalah mendapat rumah di dalam surga Allah.
“Dapat rumah di dalam surga Allah, hadits sahih,” kata Syekh Ali Jaber dilansir dari kanal Youtube mysharech pada Jumat, 3 September 2021.
Hampir semua orang muslim hafal dengan surah Al Ikhlas, namun belum sadar akan keistimewaannya.
Syekh Ali Jaber menjelaskan bahwa surah tersebut sangat dicintai Allah.
“Ada seorang sahabat, setiap kali dia mengimami jamaahnya, dia suka mengulangi qul huwallahu ahad. Di rakaat kedua baca surah tambah lagi qul huwallahu ahad. Sampai jamaah masjidnya heran,” ujarnya.
Kemudian para jamaah datang ke Rasulullah dan mengatakan bahwa imamnya selalu membaca surah Al Ikhlas di setiap rakaatnya.
“Apakah betul kata mereka, kamu suka mengulangi qul huwallahu ahad dalam sholatmu?” kata Rasul kepada sang imam.
“Iya ya Rasulullah betul,” jawabnya. “Mengapa?” tanya Rasulullah.
“Ya Rasulullah surah ini membahas tentang sifat Allah yang aku suka. Saya cinta surah itu,” kata sang imam.
Lalu Rasulullah bersabda, “kecintaanmu terhadap surah ini, kamu mendapatkan Allah mencintaimu.”
“Bapak ibu, faham tidak Allah mencintaimu, faham tidak Allah mencintaimu karena dia mencintai surah qul huwallahu ahad. Apa sebab dia cinta bukan karena pendek surahnya, tapi karena membahas sifat Allah, Allahu ahad, Allahu somad…” jelas Syekh Ali Jaber.
Rasulullah kemudian bersabda, “percintaanmu terhadap surah Al Ikhlas menjaminmu masuk surga.”
“Maka mulai hari ini bapak ibu, amalannya 10 kali baca qul huwallahu ahad setiap hari. Tidak harus di masjid, boleh di jalan, naik motor, jalan kaki, di mana pun. Cukup 10 kali sehari, dapat rumah di surga Allah SWT,” tutup Syekh Ali Jaber.
Penampakan Bentuk Asli Makam Nabi Muhammad
Nabi Muhammad diketahui dimakamkan di sebuah kamar yang dulunya ditempati istrinya, Aisyah. Di situlah selama sakit hingga wafat, Rasulullah tinggal, dikutip dari Hajj & Umrah Planer.
Kini tempat tersebut dinamai Kamar Suci. Rasulullah dimakamkan bersama dengan dua sahabatnya yang paling setia dan dua khalifah pertama Islam, Abu Bakar as-Siddiq dan Umar bin Khattab.
Makam Nabi Muhammad terletak di ujung selatan Masjid Nabawi. Para peziarah biasanya menuju ke sana melalui Gerbang Raja Fahd dari utara kemudian menuju ke ujung selatan dan berbelok ke timur.
Dari timur, lokasinya tak jauh dari Gerbang Baqi. Sementara jika peziarah datang dari arah barat, mereka bisa melalui Gerbang Babussalam.Di lokasi makam, ada gerbang besar dengan dua pintu berwarna hijau dengan ornamen keemasan. Di depan gerbang itu banyak peziarah menghadap untuk menyampaikan salam.
Karena kerap diliputi rasa penasaran, mayoritas peziarah kerap berupaya mengintip dari celah dan lubang di gerbang tersebut untuk melihat bagaimana bentuk asli makam Rasulullah.
Meski begitu, bentuk makam Nabi Muhammad sejatinya bisa dilihat di Museum Dar Al di Kompleks Kota Pengetahuan dan Industri Madinah. Museum ini didirikan mantan pengajar Universitas Taibah Madinah, Abdulaziz Kaki.
Museum ini penuh berisi miniatur-miniatur yang menunjukkan perkembangan bangunan-bangunan bersejarah dalam Islam di Madinah, termasuk Masjid Nabawi dan Makam Nabi.
Dari berbagai literasi sejarah Islam menyebut bahwa Rasulullah dimakamkan persis di lokasinya wafat pada 632 Masehi, yakni di sebuah kamar di rumah yang ditinggali bersama istrinya, Aisyah di bagian luar tembok timur bangunan awal Masjid Nabawi.
Pada bangunan awal, Masjid Nabawi hanya memiliki ukuran panjang 35 meter di sisi barat dan timur serta 30 meter di sisi utara dan selatan.
Sementara kamar tempat Rasulullah wafat memiliki luas 3x3 meter. Rasulullah dikuburkan sesuai ajaran Islam, yakni dimiringkan bersandar di bagian kanan tubuh dengan wajah menghadap kiblat.
Adapun makam Nabi Muhammad dan dua sahabatnya, yakni Abu Bakar as-Siddiq dan Umar bin Khattab sebagaimana tampak pada miniatur di museum Dar Al terlihat sangat sederhana. Ketiga makam itu juga hanya bernisankan batu.Makam Nabi Muhammad berada paling kanan. Sementara makam Abu Bakar as-Siddiq di tengah, dan yang paling kiri adalah kuburan Umar bin Khattab.
