Kisah Keajaiban Berbakti Kepada Ibu
Jagal itu mengambil sepotong daging lalu ia lemparkan kedalam sebuah ranjang. Dan tatkala ia berlalu: "Sudilah kiranya Anda menerimaku sebagai tamu?" "Ya", jawabnya. Dan Musa pun pergi bersamanya sehingga masuk ke rumahnya. Maka bangkitlah laki-laki itu, lalu dengan daging tersebut, dia memasak gulai yang enak, selanjutnya dia keluarkan dari rumahnya sebuah keranjang, yang di dalamnya terdapat seorang wanita tua yang telah lemah, seolah-olah layaknya anak burung dara.
Wanita itu, dia keluarkan dari keranjang, maka mulailah ia mengambil sendok, lalu dia suapkan makanan ke dalam mulutnya sampai kenyang, lalu dia cuci pakaiannya dan dia keringkan, lalu dia kenakan kembali kepadanya. Selanjutnya, orang itu dia letakkan kembali dalam keranjang. Maka orang tua itu menggerakkan kedua bibirnya. Kata Nabi Musa AS: "Sungguh aku lihat kedua bibirnya berkata:
"Ya Allah, jadikanlah putraku teman Musa dalam surga"
Semoga Allah SWT memudahkan Ibu itu dengan kehormatan nama-namanya yang indah dan dengan kehormatan manusia yang merupakan mahluk Allah yang paling utama.
Kisah Kedua
Dikisahkan dalam sebuah pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Dr. Mohammad Nuh, DEA.
Sebagai seorang Menteri menjadikan beliau memiliki hubungan yang luas dengan berbagai kalangan, tak terkecuali dengan para pengusaha sukses, salah satu teman pegusahanya yang sukses dan memiliki asset begitu berlimpah memiliki kebiasaan memuliakan Ibu nya sehingga menjadikannya sukses dalam merintis usaha.
Dalam sebuah kesempatan obrolan, Pak Menteri penasaran kiranya rahasia apa yang menjadikan temannya tersebut mencapai puncak kesuksesan yang luar biasa, Pak Menteri tidak penasaran dengan ilmu manajemen bisnisnya, juga tidak penasaran dengan strateginya dalam menjalankan bisnisnya, tetapi Pak Menteri penasaran apa rahasia terbesar dibalik kesuksesan temannya tersebut.
Diceritakan oleh temannya tersebut bahwa semenjak masa merintis usaha dari nol, dia selalu memiliki suatu kebiasaan yang dia langgengkan atau sering kita kenal dengan istilah istiqomah, kebiasaan yang dilakukan dengan istiqomah tersebut yaitu setiap selesai sholat jum'at, dia selalu menyempatkan diri menemui Ibu nya untuk sekedar membawakan makanan kesukaan Ibunya, bercengekerama ngobrol dan bercanda tawa bersama Ibunya.
Kebiasaan itu ia lakukan hampir setiap selesai sholat jum'at, ketika dia harus bepergian keluar kota atau keluar negeri maka beliau menggantinya dengan menghubungi Ibu nya melalui telepon.
Itulah kisah nan indah balasan kontan yang diberikan oleh Allah SWT untuk seorang anak yang berbakti kepada Ibu Bapaknya.
Diriwayatkan oleh Nasa'i, Ibnu Majah, dan al-Hakim, ia berkata, "Sahih sanadnya."
Seorang lelaki mendatangi Nabi Muhammad SAW untuk meminta pendapat beliau tentang (keikutsertaannya) dalam peperangan, lalu Nabi SAW bertanya, "Apakah kamu masih memiliki seorang Ibu?" Lelaki tersebut menjawab, "Ya (masih ada)" Nabi SAW bersabda, "Selalulah bersamanya karena sesungguhnya surga itu berada di kedua kakinya."
Semoga selalu ada hikmah dibalik sebuah kisah dan kejadian yang berserakan disekitar kita. Aamiin.