Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Ustadz Adi Hidayat Menyampaikan Doa Terakhir Nabi Muhammad Menjelang Wafat yang Membuat Menangis

Ustadz Adi Hidayat menangis saat menyampaikan doa terakhir yang dipanjatkan Nabi Muhammad menjelang wafatnya. /Tangkap layar YouTube/Audio Dakwah 

Nabi Muhammad SAW merupakan sosok mulia yang sangat menyayangi dan mencintai umatnya.

Baginda Nabi bahkan rela berkorban untuk seluruh umatnya demi kebaikan mereka di dunia dan akhirat.

Ustadz Adi Hidayat menyebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW tidak hanya berkorban dengan harta, namun juga jiwanya.

Nabi Muhammad senantiasa pula memohonkan kebaikan untuk umatnya bahkan hingga detik-detik wafatnya.

Dalam salah satu ceramahnya, Ustadz Adi Hidayat menyampaikan tentang doa terakhir yang dipanjatkan Nabi Muhammad SAW kepada Allah menjelang wafat.

Saat menyampaikan hal tersebut, mata Ustadz Adi Hidayat berkaca-kaca, dan pada akhirnya ia meneteskan air mata.

Ustadz Adi Hidayat menyebutkan, karena begitu besarnya rasa cinta dan pengorbanan Nabi Muhammad, hingga turunlah surat At-Taubah ayat 128 yang menjelaskan tentang hal tersebut.

Halaman:

Sumber: YouTube Audio Dakwah

"Sampai turun di situ, di surah At-Taubah itu ayat 128. Laqod jaa-akum rasuulun min anfusikum ‘aziizun ‘alaihi ma‘anittum hariishun ‘alaikum bil mu'miniina ra'uufur rahiim. Sungguh telah datang kepada kalian seorang Rasul yang sangat peduli dengan kalian, sayang betul dengan kalian, kalau bisa beban kalian pun akan dimintakan oleh beliau untuk diangkat oleh Allah SWT," ujar Ustadz Adi, dikutip  dari kanal YouTube Audio Dakwah.

Menjelang wafatnya, tiba-tiba datang malaikat yang memberikan kabar gembira kepada Nabi Muhammad SAW setelah ia berwudhu.

Malaikat menyampaikan bahwa seluruh rasa sakit yang akan dialami oleh Nabi Muhammad saat sakaratul maut, yakni 74 tingkatan rasa sakit sebagaimana akan dialami tiap umat manusia, akan diangkat oleh Allah SWT.

Sehingga Rasulullah SAW tidak akan merasakan rasa sakit sebanyak 74 tingkatan itu saat sakaratul maut.

Ustadz yang juga akrab disapa UAH ini menjelaskan bahwa diangkatnya rasa sakit ketika sakaratul maut merupakan fitrah bagi para Nabi.

Para Nabi pasti akan dicabut nyawanya dalam keadaan yang paling indah dan tidak akan merasakan sakit.

Namun Nabi Muhammad SAW beranggapan bahwa tidak semua orang nantinya bisa merasakan kenikmatan tersebut saat sakaratul maut.

Selain itu, Nabi Muhammad SAW juga memikirkan umatnya bahwa tidak semua orang akan mudah meninggalnya. Mereka mungkin akan merasakan sakit dengan tingkatan yang sangat tinggi, yakni lebih dari 74 tingkatan.

Sehingga Nabi Muhammad SAW memohon doa kepada Allah:

"Kalaulah diperkenankan, kalaulah diperkenankan, mohon timpakan saja 74 rasa sakit itu kepada hamba saat ini. Timpakan saja seluruh 74 rasa sakit yang akan dialami umatku kelak dalam sakaratul mautnya. Timpakan kepada hamba saat ini, supaya mereka tidak merasakan sakaratul maut lagi saat meninggal dunia."

"Ya Allah, kalau Engkau memperkenankan mohon timpakan seluruh rasa sakit yang akan dialami umatku saat sakaratul maut nanti. Timpakan kepadaku sekarang. Supaya mereka tidak mengalaminya lagi saat sakaratul maut nanti".

Saat menyampaikan doa terakhir Nabi Muhammad menjelang wafatnya itu, Ustadz Adi Hidayat menangis dan air matanya telah mengalir ke pipi.

Ustadz Adi Hidayat mengatakan bahwa seluruh pengorbanan Nabi Muhammad itu dilakukan hanya agar umatnya mendapatkan kemudahan.

"Muhammad SAW yang mencintai kita, mengorbankan dirinya, nyawanya, bahkan hartanya, segalanya, hanya untuk mendapatkan kemudahan bagi umatnya," ucap UAH.